Label

Kamis, 02 Februari 2012

ilusiEsa

Kunamai ilusiEsa padamu, karena kusuka nama itu. Ketika ku mulai bercanda dengan goresan ilusimu, sosokmu malah masuk ke celah-celah imajinasiku. mari kita bernego dengan sang waktu. Biar dia bisa menyediakan tempat untuk kita berjumpa.

berawal dari...
ilusiEsa PART 1
Tidak tahu siapa dirimu, hanya tahu namamu
Tidak tahu asal usulmu, hanya tahu temapt kita berjumpa
Tidak tahu apa visimu, tapi ku tahu kau punya Allah yang hebat yang mempertemukan kita

ketika rindu itu menyeruak untuk melihat sosokmu kembali, saat itulah ku hadirkan
ilusiEsa PART II
ingin segera memainkan pena ketika berjumpa dia nanti malam

berharap akan bertemu sosoknya di malam itu, tapi waktu tidak memberikan dirinya.
Tiba saatnya sang waktu menjadi ramah terhadapku, hingga di malam itu ilusiku seakan menjadi nyata. Imajinasiku memuja-muja sosoknya. Terima Kasih waktu, kau menyediakan tempat terindah untuk imajinasiku tersenyum. 

Senyuman itulah yang membuat
ilusiEsa PART III
Mulai melukis ilusi itu, ketika dia hadir dengan sepengggal kalimat " sosok yang Inspiratif"








Diriku, dan semua Penghiburnya

Diriku, Jiwaku, Ragaku, Hasratku, dan Kesendirianku kian berbagi kisah nan haru.


Diriku....yang sarat dengan dunia persahabatan di dua alam, terus terperosok di zona nyaman itu
Tidak ingin beralih ke tempat lain yag hanya menyajikan bahaya juga malu
Hangat dan Bahagia pun hanya sebatas mimpi
Kubangan - kubangan angan kian merembes di setiap likunya, kenyaman palsu rupanya
Diriku susah beralih, terperangkap dan makin terlihat bodoh.

Jiwaku...Hanya bertabur hasrat dan dambaan akan hadirnya itu
"itu" entah apa
yang di kerjakan hanyalah mengaharap
dan yang selalu datang menghampiri hanyalah sepi dan enggan


Ragaku...selalu mendapat keindahan
selalu berada di tempat yang sempurna
di kelilingi oleh semua yang tidak bisa di terima hasratku
tapi dia selalu melakukan kesalahan 
dia selalu meninggalkan jiwaku di penjara kesendirian 
dia selalu munafik di depan penawar bahagia


Hasratku melebihi ragaku 
di sinilah tempat kesempurnaan
tak ada hak protes untuk imajinasiku
disini terdapat semua bahagiaku
disini letak kekuatan ragaku
dan disini lah semua berjejer rapi
kisah Cinta yg romantis
bahagia di tengah kasih sayang
kesempurnaan bersama diri para penawar senyum

tapi di adalah jebakan terhebat

dia juga perangkap jati diri dari raga yg hampa itu
dia tidak menyediakan persahabatan dengan siapa pun
dia egois.


Kesendirianku...hanya aku dan dia
tak seorangpun berguna baginya
tak semenit pun ada yg berarti
tawaran bahagia hanyalah halusinasi
canda dan tawa kemunafikan hanyalah racun mematikan
imajinasi dan ilusi adalah sahabat karibnya


semua kaku
semua ganjil
semua aneh
semua angkuh
ya, semuanya. 


terkecuali mereka "diriku, jiwaku, ragaku, hasratku, dan kesendirianku