Label

Sabtu, 03 Desember 2011

Jumat, 02 Desember 2011

Dulu, saat itu, ini dan Nanti

Dulu...
Pesona dan Wujudmu ada di lembaran itu
Raut dan atraksimu berlomba merayuku
Imajinasi dan Ilusiku sarat tentangmu
Kesempurnaan itu...

Saat itu...
Pesona indahmu pudar di atas angan
atraksimu tak lagi bernilai
tak ada ruang yang layak mengisi kesempurnaan itu


Saat ini...
Kau menjadi budak pilihanmu
Kau merongrong kesakitan
Kau berkabung dengan egomu

Nanti...
Imajinasiku dan Egomu tak lagi bersahabat
Tawaran kebahagiaan itu hanyalah sampah
hasrat bersatu hanyalah tangisan haru


Kamis, 01 Desember 2011

bebas berekspresi


Introspeksi Part I

Mencari Penghiburan Sejati hanya di dalam hadiratNya. STOP untuk mencari dan mengandalkan manusia dalam kesepian dan kesendirian kita. Penyerahan diri sepenuhnya di dalam Dia sang Penghiburan sejati, adalah cara yang paling efektif melewati semuanya.

Diam Keabadian

ku rapuh melihatmu dalam bingkai itu
jerit tangismu menusuk hatiku
apa gerangan yang terjadi
Tuhan, ku bingung dengan semua ini

ku hanya bisa melihatmu dalam diam
kesengsaraan yang terasa semakin mengusikku
kini kau bisu tentang semuanya
tak ada yang bisa membuatmu bersua canda denganku

dalam diam keabadianmu
kau seakan terus merongrong kesakitan
kau pergi...

Senarai Dari Air Mata

Andai udara menyisihkan sedikit dirinya buat nafasmu
Akan ku katakan cintaku dengan ujaran yang sempurna

Yang bersisa kini percakapan bunga dengan matahari
Pada setiap lempengan pagi yang dirembesi sepi dan ngilu

Kata-kata beku di mulutku
Yang abadi hanya rindu

Harusnya cinta tak memilih waktu
Hingga aku tak butuh hari
Buat mengujar perasaan yang kumengerti

Lalu kau bergegas pergi
Sebelum kata selesai kususun
Menjawab tanyamu

Kini aku terus menyusun kata itu
Kata yang tak mungkin ku ujar padamu

Inilah airmataku cintaku
Bahasa bisu yang dibaca Tuhan buatmu
Ketika tanganku tak bisa lagi meraba detakkan nadimu
Biarlah Tuhan mengatakannya padamu:
“Aku Cinta Kamu”

Sajak Terakhir

Saat sajak ini terukir
bayangmu kian mengusikku
menghantui di setiap liku
menjadi teman saat sang bintang hadir

semerbak aromamu menusuk tajam
hingga ku letih dan meronta
ku singkapkan semua diam
ku menunggu kau berkata-kata

kapan kau berucap
kapan kau mengadu
kapan kau bertatap
kapan kau bergurau

jagad raya ini bisu
tak ada satu angkatan pun yang tahu
jawaban dari sang Maha Agung
menjawab semua tanyaku

indah namun tak sempurna
sang bintang pun senyum melihatku
semua tentangnya
semua tentangku

kisahmu telah tertanam di sanubariku
semuanya beriringan mengagumiku
sirna namun tak berakhir
menepi namun tak akan hanyut
kisahmu akan ku abadikan
di sajak terakhirku.

Bible-1