Ditemani secangkir Hazelnut panas, Kirana mencoba mendefinisikan arti kehadiran "lelaki" itu dalam hari-hari hidupnya belakangan ini.
Suara sorakan air dari langit senja itu tak kunjung bisa mengalahkan desas-desus serta gejolak dalam pikirannya.
"Ahh,sudahlah. Dia bukan siapa-siapa buatmu kan kii?" tegasnya dalam hati, seraya meletakan cangkir putih bermotif sepasang wanita dan pria dengan balutan kostum Belanda, di atas meja.
Suara sorakan air dari langit senja itu tak kunjung bisa mengalahkan desas-desus serta gejolak dalam pikirannya.
"Ahh,sudahlah. Dia bukan siapa-siapa buatmu kan kii?" tegasnya dalam hati, seraya meletakan cangkir putih bermotif sepasang wanita dan pria dengan balutan kostum Belanda, di atas meja.